Skip to content

Konvensional Telah Mencuci Otak Anda

November 20, 2010

Ciri-ciri obat kimia medis konvensional DENGAN SANGAT JELAS, yaitu: sintetis dan asing bagi tubuh alami kita, memiliki berbagai efek samping negatif, merusak alam jika dibuang ke air dan tanah dalam jumlah yang banyak, bersifat toksik, memiliki rentetan sejarah yang menunjukkan pasien makin parah setelah mengonsumsinya, serta tidak bisa dikonsumsi setiap hari layaknya makanan karena bisa mengakibatkan cacat ataupun kematian.

Tapi dengan begitu banyaknya hal negatif dari obat kimia, mengapa masih tetap menjadi standar dan sangat dipercaya dibandingkan alam ciptaan Tuhan? Kunci jawaban dari pertanyaan ini adalah politik, uang, dan kejeniusan ilmu marketing perusahaan . “Ah, yang bener…? Apa maksud Anda dengan politik, uang, dan kejeniusan ilmu marketing?” Baiklah, ini penjelasannya…

Bagaimana Menjual Racun Mematikan yang Tidak Enak Rasanya dan Membuat Orang Kecanduan Racun Tersebut? Nah, hal ini dapat dipahami dari pelajaran marketing Tung Desem Waringin dalam bukunya “Marketing Revolution” tentang kejeniusan iklan rokok. Bagaimana “Menawarkan” sesuatu hal yang tidak enak, merusak kesehatan, menghabiskan uang, membuat mulut bau, baju dan celana berlubang, bahkan paru-paru pun ikut berlubang, dicurigai merusak janin, menimbulkan impotensi, membuat sakit jantung, kanker? Jawabannya adalah dengan menggunakan hukum Pavlov. Seperti anjing yang dirangsang, lapar, begitu keluar air liurnya dibunyikan lonceng. Ketika dibiasakan berulang-ulang. Terjadilah satu yang namanya “Cantolan” kebiasaan. Ketika dibalik dibunyikan lonceng langsung keluar air liurnya. Walaupun lonceng tidak ada hubungannya dengan lapar & air liur. Iklan rokok juga dimulai dengan menampilkan misal sosok koboi yang keren, jantan, kemudian ketika perasaan penonton mulai keluar, keren, gagah, jantan, keluarlah musik dan suara yang khas, gambar, dan slogan rokok tersebut. Dan ini diulangi terus sampai timbullah “Cantolan” kebiasaan. Ketika ingat rokok tersebut keluarlah perasaan keren, gagah, dan jantan. Plus didukung dengan “Hukum Ikut-Ikutan” orang takut tidak diterima dalam kelompoknya.

Demikian juga iklan yang menunjukkan keakraban dalam sebuah gank dengan cerita yang simple, konkret, shocking, emosionil, menunjukkan saling membantu antarteman, bisa dipercaya. Ketika perasaan tersebut sudah keluar, keluarlah musik, suara yang khas dan slogan rokok tersebut. Setelah diulang-ulang timbul “Cantolan” kebiasaan ketika melihat iklan rokok, mendengarkan suara slogan, ingat rokok tersebut ingat satu perasaan keakraban, saling membantu. Bisa juga menggunakan kelompok orang terkenal, bintang film, artis, musisi untuk menimbulkan perasaan terkenal, hebat, baru keluar slogan rokok tersebut.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: