Skip to content

Pemakai Hormonal dapat Merusak Kesehatan

April 21, 2011

Alat kontrasepformas y consejossi hormonal seperti suntik, implant, dan pil tidak bisa dikonsumsi jangka waktu lama secara terus-menerus. Penggunaan terus-menerus dalam jangka waktu lama akan memberikan efek samping bagi kesehatan, Oleh karena penggunaannya harus memperhatikan aturan penggunaan.

Setelah jangka waktu tertentu, pasangan usia subur harus menggantinya. Petugas kesehatan seharusnya memberikan informasi secara lengkap tentang kontrasepsi sebelum memberikan tindakan kepada pasien karena sifatnya kimiawi,” sehingga ada efak sampingnya,” kata Kepala Bidang KB DKBPP Drs Hendroko Suroso di sela-sela Penerimaan Tim Penilai Lomba PIK-R Tingkat Jateng di Pringgitan Rumah Bupati Purbalingga, Kamis (24/3).

Namun di lapangan kenyataannya berbeda, karena penjualan alat kontrasepsi hormonal seperti suntik itu memberikan tambahan penghasilan, sehingga tidak kami pungkiri ada petugas kesehatan yang diam saja tidak menggantinya dengan alat KB non hormonal. “Seperti para ibu yang menggunakan kontrasepsi suntik, seharusnya setelah 10 kali suntik, harus ganti kontrasepsi non hormonal kalau belum ingin punya anak lagi,” jelasnya..

Menurut Hendroko, kontrasepsi hormonal jika digunakan secara terus-menerus dalam jangka waktu lama tetap memberikan efek samping yang kurang baik bagi kesehatan, seperti penggunaan obat-obatan kimia lainnya. Karenanya, penggunaan kontrasepsi juga harus memperhatikan aturan penggunaannya.

Pasangan usia subur juga diimbaunya untuk aktif menggali informasi tentang kontrasepsi sebanyak-banyaknya sebelum menentukan yang akan dipilihnya. Sejauh sesuai penggunaan, kontrasepsi yang beredar di Indonesia relatrif teruji tingkat keamanannya. Tanpa memperhatikan aturan penggunaannya, selain menimbulkan masalah kesehatan juga memperbesar peluang gagal dalam menunda kehamilan.

“Ada seorang ibu yang baru dipasang implant sore, malam harinya melakukan hubungan seks dengan suaminya. Akhirnya program KB-nya gagal. Karena hormon dalam implant belum bekerja sepenuhnya,” ujar Hendroko.

Pada kasus lainnya, ada juga seorang bapak yang belum sempurna kesembuhan luka sisa MOP dan sudah melakukan hubungan seks. Sudah dapat diduga, bapak tersebutpun gagal melaksanakan program KB. Atau seorang ibu yang memasang IUD di luar masa haid dan lupa telah melakukan hubungan seks sebelumnya, tidak disadarinya janin dalam kandungannya membesar sementara IUD masih tertancap di mulut rahimnya

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: